Event

Kelompok Penerbang Roket #RockxRide

00:14

Another thing checked off my bucket list. Yup! Nonton konser Kelompok Penerbang Roket (KPR) merupakan satu dari sekian banyak list yang pengen aku lakuin. Untuk sekali seumur hidup rasanya pengen banget nonton konser dari band rock indie ini karena seperti yang udah kita tau gimana sih biasanya band rock kalau konser? Ya gitu deh rusuh dan ga “cewe-friendly”. Dan aku sudah pernah merasakannya. Super happy! 😊

Poster acara yang aku ambil dari IG KPRpictsource

Konser KPR di Surabaya kali ini diadakan di Chug Pub & Bar. Awalnya saat teman-teman share posternya aku sangat tertarik, apalagi tau kalau tempatnya deket dari kampus kami. Tapi di poster yang kami dapatkan itu lokasinya tertulis “Chug café & resto” makanya kita selo aja berangkat nontonnya. Di perjalanan kita cari cari deh tuh dimana café yang namanya Chug. Dan ternyata setelah didatangi, lokasinya berada di sebuah bar. Awalnya aku sempat ragu karena mikir bakalan ga ada cewe yang pakai kerudung.

Kami tiba di lokasi pada pukul 7 malam dan konser masih belum dimulai. Awalnya penonton masih sepi, tapi ada kok penonton cewe yang berkerudung. Dan semakin malam, venue semakin ramai. Ga cuma cowo-cowo yang dating, banyak juga cewe dengan berbagai macam gaya mulai dari yang biasa aja, lumayan hot sampai yang kerudungan pake baju bunga-bunga. Kurang lebih ada 3 band yang tampil sebelum KPR.

Penampakan dari depan panggung | pictsource

Di awal acara MC sempat memberitahu kalau penonton tidak boleh melakukan “Stage Diving”. Aku sebagai penonton awam cuma bisa “iya iya” aja karena gatau arti dari istilah itu. Acara dimulai, band pertama masih sepi penonton, band kedua lumayan nih penonton udah mulai goyang-goyang santai, nah tibalah di band ketiga. Tiba-tiba ada penonton yang naik keatas terus dibopong digeser-geser gituuu! OMG aku kaget banget dan tiba-tiba ga sadar udah lari ke belakang sambil gandolan ke tangan temen. Yaampun kaget banget. Ternyata itu yang namanya stage diving ☹ hahaha malu sendiri sih kalau diingat lagi. Dari kejadian itu aku dikasitau teman kalau jangan lari ke belakang. Tenang aja nanti bakalan dilindungi teman-teman dan kalau ke belakang malah bikin penonton di belakangku kaget dan juga bingung. 

Vokalisnya ganteng! | pictsource

Awalnya aku pikir penonton band rock itu orang-orang yang urakan dan kurang sopan. Ternyata ga sama sekali! Entah memang biasanya juga seperti itu atau hanya aku yang beruntung berada dalam kondisi yang sangat menyenangkan pada pengalaman pertama nonton konser rock. Ini adalah salah satu momen paling menyenangkan, bikin terharu dan juga bakalan aku ingat terus. Bayangin aja nih kamu nonton konser dimana di konser itu kamu bener-bener “dijagain” banget. Dijagain sama semua orang, bahkan.

Jadi aku datang ke konser ini dengan 3 orang teman. Saat band pertama dan kedua aku bersama salah seorang teman masih santai nonton di bagian belakang di dekat tangga, dan kedua teman yang lain sudah masuk ke kerumunan bagian belakang. Setelah band ketiga aku memutuskan untuk maju dan bergabung ke kerumunan penonton. Secara otomatis ketiga temanku kompak berdiri di sekelilingku, ada yang di kanan, kiri dan di belakang. How cute dijagain teman-teman seperti itu. Saat band performance ketiga suasana sudah lumayan “panas”, sudah ada yang stage diving dan pada saat itu orang-orang di sekelilingku membentuk sikap “defense” jadi aku juga ikutan seperti itu. Terus saat itu aku perhatikan kalau ada yang stage diving, kita harus naikin tangan ke atas untuk juga menggeser orang yang diangkat-angkat itu, selain itu naikin tangan juga bisa buat bantuin orang tadi turun biar ga jatuh ke lantai.

Percaya deh kalau di foto itu ada aku. di belakaaang banget | pictsource

Nah aku mau kasi tips yang menurutku perlu dang a perlu dilakukan atau dipakai saat datang ke konser seperti ini.
Do:
-     Pakai baju warna hitam atau denim jacket, because denim will never go wrong. Kalau kamu adalah orang yang ga pernah datang ke konser seperti ini paling enggak pakai baju yang netral aja, hindari pakai flowery pattern sih kalau menurutku soalnya ini kan acara yang mayoritas cowo tuh penonton dan pengisi acaranya. Kalau mau pakai pattern bolehlah pakai stripes atau kotak-kotak.
-    Pakai sepatu atau paling nggak alas kaki yang menutup jari kaki karena konsernya bakalan rusuh.
-        Datang ramai-ramai dengan teman.
-    Bawa masker kalau kalian ga tahan asap rokok. Yah walaupun pakai masker juga asapnya tetap tembus hehe.
Don’t:
-       Jangan bawa tas ransel, pakai tas kecil aja asal cukup untuk tempat hp dan dompet. Kalau bisa disimpen di jaket juga oke tuh.
-        Jangan datang hanya dengan teman cewe, bahaya!

Untuk kalian yang mikir kalau anak yang datang ke bar itu selalu anak nakal, mungkin perlu berpikir ulang. Karena ternyata setelah aku alami sendiri orang-orangnya justru sopan dan tetap menghargai satu sama lain, ga separah yang orang-orang pikirin. Dan untuk yang ga pernah datang ke acara 18+, acara yang ada sign 18+ itu berarti acara dimana orang yang datang bisa bebas merokok.

Oke sekian dulu cerita kali ini. Terimakasih sudah membaca 

Curcol

SEMINGGU DI KANTOR BARU

13:08

Baru pertamakali kerja di kantor setelah benar-benar lulus kuliah. Kali ini aku mencoba untuk bekerja di sebuah Event Organizer di Surabaya. Disini statusku bukanlah pegawai tetap, mungkin bisa dibilang seperti anak magang. Tugasku disini adalah untuk membantu User dalam meng-handle sebuah event. Event yang aku bantu kerjakan adalah sebuah event StartUp Digital Festival. Jangan lupa datang yaa, acaranya tanggal 19-21 Mei di JX Internasional Surabaya hehe.

Hari pertama masuk adalah hari Selasa pada tanggal 25 April 2017. Kenapa hari pertama dimulai pada hari Selasa? Karena hari Senin adalah tanggal merah hehe, ya udah sih gitu aja alasannya.
Di hari pertama kerja, aku udah langsung ikutan meeting hampir seharian, cuma dipotong waktu makan siang aja sampai waktunya sholat ashar tapi setelah itu balik lagi ke ruang meeting. Meeting berlangsung sampai pukul 20.30an, dan akhirnya pukul 21.02 aku tiba di rumah. Hari pertama masih diam aja selama meeting karena cuma mendengarkan dan berusaha adaptasi dengan gaya kerja di kantor ini. Selain itu... mau ngomong apa emangnya kalau istilah-istilah mengenai event aja aku belum paham

Di hari kedua, ada salah satu karyawan yang sedang ulang tahun, namanya Mbak Ghina. Singkat cerita ternyata Mbak Ghina ini juga satu kampus sama aku tapi beda angkatan dan jurusan. Selain sama kampusnya, ternyata hari lahir kita juga sama lhoo. Yay! Nemu satu saudara kembar lagi. Nah, karena aku baru dua hari kerja jadi temen kantor pada gatau nih kalau aku juga ulangtahun hari itu. Terus semua kasih ucapan selamat ke Mbak Ghina, termasuk aku. Karena hari itu juga bertepatan dengan waktunya gajian, jadi kami ditraktir deh sama Mbak Ghina. Alhamdulillah rejeki anak sholehah.
Setelah pulang kerja aku mampir ke kampus untuk ngambil oleh-oleh dari teman yang baru pulang dari San Fransisco. Selama di kampus juga biasa aja sih ga ada tanda-tanda mencurigakan dari anak-anak. Ga berapa lama setelah sholat isya berjamaah, ketika mau pulang tiba-tiba Tetha matiin lampu lab. Aku sih mikirnya biasa aja karena anak-anak emang suka bercanda matiin lampu tiba-tiba. Eh tau-tau ada Provani, Hanum dan Uci yang masuk ke lab sambil bawa martabak manis sambil menyanyikan lagu “Happy Birthday”. Hehehe ternyata dikasi surprise. Senang banget, sampai Provani dan Hanum yang emang ga ke kampus pada hari itu sampe datang malam-malam ke kampus cuma buat nyempatin waktu ngasi surprise buat aku. Lagi-lagi, Alhamdulillah rejeki anak sholehah.

Hari ketiga di kantor berjalan seperti hari di perkantoran seperti pada umumnya. Masing-masing orang mengerjakan tugas masing-masing.

Hari ke empat di kantor, 28 April 2017. Hari ini kita bersiap ke panti asuhan. Hari sebelumnya aku sudah tau kalau kita mau ke panti asuhan untuk memberikan santunan tapi tidak terpikir kalau ada momen spesial yang ingin dirayakan. Ternyata hari ini adalah hari ulangtahun untuk kantorku. Saat cowok-cowok kantor berangkat untuk sholat jumat, ladies menyiapkan ruangan meeting untuk makan-makan sepulang dari panti asuhan nanti. Seperti birthday party pada umumnya, kami mendekorasi ruangan agar tampak lebih semarak dan kental dengan nuansa ulangtahun.
Persiapan makan-makan, cuma ada cewek-cewek karena yang lain sedang sholat Jum'at

Suasana di panti asuhan, foto diambil dari story IG Mas Tara

Suasana makan-makan bareng. Happy Birthday Amara 
Foto diambil dari IG Mas Alfine hehe 





Pertamakali

Si Dia yang Baik Hati

14:14

Hey! Yuk lanjut lagi ceritanya.

Setelah take foto beberapa kali yang ternyata juga ga bikin si Dia puas, gigi aku lagi-lagi dicek terus dibersihin biar makin bersih dan kalau di foto bener-bener clear dari noda. Sebenernya bersihin giginya udah selesai nih jadi Dia mau nyari dosen dulu buat laporan kalau praktik berihin gigiku udah selesai dan mau nunjukin ke dosen gimana hasilnya.
Oh ya jadi disana tetep ada dokter yang juga merupakan dosen dan standby disana buat meriksa hasil praktik tiap anak koas. Kalau hari Jum’at tuh (pas hari aku kesana) ada dokter yang dikenal jahat dan nyeremin. Ya bener sih. Waktu itu Dia lagi pergi kan, terus ternyata ada absen siang, dimana si dokter jahatlah yang bertugas untuk ngabsenin anak koas satu per satu. Itu ya bener deh hawanya menegangkan banget padahal kan aku Cuma pasien ya, tapi juga ikutan takut

Setelah absen, pak dokter tadi kemudian ngecekin hasil foto yang dikumpulin sama anak-anak koas. Eh bener tuh dokter jahat. Ngomel mulu dia. Ada yang keliatan kotor dikiiiiiiiit aja itu dia marah-marah gitu. Mungkin tujuannya bagus sih ya biar kerjaan anak koas hasilnya memuaskan, tapi cara beliau menyampaikan itu bener-bener nyeremin. Nah si Dia balik nih karna ga nemu dosen (dokter) lain. Ternyata Cuma ada si pak dokter tadi. Di hasil foto yang tadi tuh ternyata masih Nampak ada kotoran gitu dikit padahal pas di giginya tuh udah bersih dan ga ada kotoran yang keangkat waktu dibersihin  ulang. Akhirnya Dia panik, dan minta bantu temennya buat foto ulang. Tapi hasilnya tetep aja sama. Terus temennya tuh nyeletuk “Udah pake beautification ajaaa! Emang ga ada kotorannya kok giginya”. Eh akhirnya Dia ngedit tuh foto gigi pake Pictsart haha. Sempet nanya juga sih ke aku apa aplikasi bagus yang bisa dipake mutihin salah satu spot aja.
Pas lagi asik-asiknya ngedit nih, pak dokter tadi tiba-tiba ada di kubikel sebelah buat meriksa hasil kerjaan anak koas lain. Deket banget ya Allah aku takuuut. Karena aku cuma pasien dan gamau ikutan tertekan Karena suasana semakin mencekam, akhirnya aku bilang deh kalau belom sholat dan ijin keluar dulu buat sholat hehe 😝
Sholat kelar, aku balik deh. Ternyata nih foto gigi tadi udah dikumpulin ke pak dokter dan alhamdulillah sudah diterima tanpa omelan, mungkin si bapak udah lelah ya ngomelin segitu banyak anak koas.

Oh iya di post sebelumnya kan aku bilang kalau bakal ngasitau siapa si Dia ini.
Jadi si Dia ini bernama Inggit. Iya, emang cewe. Iya, cerita post sebelumnya ternyata hanya hayalan indahku aja yang mendramatisir sehingga terlihat romantic. Padahal mah ya seperti dokter gigi pada umumnya, biasa aja gitu. Cuma sebatas meriksa dan menangani
Kalau buat bagian baik hati-nya si Inggit ini ga bohong. Emang baik. Ngomongnya juga halus dan ramah. Keliatan banget kalau dia take care of pasien yang dia tangani. Pas balik sholat itu aku nanyain Inggit ke temennya Karena pas aku balik si Inggitnya ga ada. Terus kata temennya Inggit lagi bayar. Bingung kan bayar apa coba, aku ga dikasitau kalau perlu bayar sesuatu. Tapi pas ketemu Inggit nih dia ga bilang kalau aku harus bayar dan bilang makasih karena udah mau jadi pasiennya, terus nunjukin arah kantin karena bilang laper dan mau makan dulu sebelum pulang. Masih bingung sama bayar membayar tadi, akhirnya aku nanya temen. Aku baru tau kalau ternyata untuk melakukan penanganan terhadap pasien itu mereka harus bayar. Walaupun mereka itu praktik buat tugas kampus dan mereka memang mahasiswa sana. Parah sih segitunya ya demi dapet pasien sampe rela ngebayarin tiap-tiap orang yang padahal tuh dia sendiri yang menangani pasiennya. Terharuuu Inggit baiknya padahal kan kita ga kenal dan belom pernah bertemu sebelumnya


Selama makan jadi kepikiran sih kalau kita emang bener-bener harus menghargai tenaga medis. Bayangin aja udah pelajarannya susah, praktik juga musti bayar orang buat jadi pasien, udah gitu sekolahnya ga sebentar. Shout out to seluruh tenaga medis yang ada dimana aja. Buat para anak koas, semangat yaa! Dosen galak bukan halangan, kalian passssstiii bissssaaa! 😊

Pertamakali

Pergi ke Dokter Gigi

15:48

Sebenernya sih aku udah pernah ke dokter gigi, tapi cuma nemenin control behel doang, kalo buat periksa gigi sendiri sih ga pernah. Kebetulan banget nih anak-anak Universitas Airlangga lagi giat-giatnya cari pasien buat praktek mereka. Katanya sih lagi butuh banyak orang. Terus temen aku ada yang nawarin mau ga buat dibersihin giginya, soalnya temennya ada yang butuh pasien gitu. Kalo dipikir-pikir nih ya.. lumayan juga giginya diperiksa dan dibersihin secara gratis, selain itu juga aku niatin buat bantuin mereka nyelesaiin tugas. Susah loh dapet pasien, aku yang cuma cari responden buat kuesioner tugas kuliah aja susahnya minta ampun. Eh ada lagi sih pertimbangan lain. Pada tau kan kalo anak-anak kedokteran biasanya pada cakep cakep udah gitu bersih lagi, nah itu juga salah satu pertimbangan sih 😉

Jadi di hari janjian buat ke tempatnya, aku telat bangun. Janjiannya sih jam 8 pagi. Eh aku bangunnya jam 8.15an gitu terus buat mandi dan bersiap pergi itu ada kali setengah jam lebih hehe. Terus udah kan, otw deh ke tempatnya. Sampe sana jam 9an, terus parkir dulu dan cari tempatnya. Pas udah sampe sana ternyata rame banget, tapi dengan baiknya Dia udah ngambilin nomor antrian dan pas banget aku dating itu nomor antrian pas dipanggil. Terus aku registrasi, bayar biaya pendaftaran awal 5000 doang sih, terus langsung diperiksa dulu giginya. Awalnya namaku dipanggil sama mas-mas koas, terus diajak masuk ke ruang periksanya. “Duduk dulu ya mbak”, kata si mas. Ga lama ada mbak-mbak berjilbab pink yang dating dan periksa, ternyata mas yang manggil tadi cuma bantu manggil dan catetin nama-nama gigi yang bermasalah. Pas lagi periksa tuh si mbak nanya ke si mas tentang istilah-istilah buat gigi yang aku terlalu perduliin Karena emang ga paham, terus mungkin jawaban masnya ga memuaskan jadi doi manggil bu dokter. Selesai ngereview gigi aku si ibu mau balik, tapi sebelum itu dia nanya dulu ke aku “Kamu pakai lipstick? Kok bibirnya merah, tapi cuma dalemnya aja ya..”, aku jawab deh kalo aku pake liptint. Terus mbak tadi jawab “Ituloh bu liptint, yang dipake cewe Korea. Emang gitu bu yang bagian dalem aja yang merah-merah”. Jadi guys, pelajarannya nih kalo mau ke dokter gigi mungkin cukup pake lipbalm aja ya biar ga berwarna menarik. Nanti bu dokternya jadi ga fokus meriksa dan malah bahas kosmetik. Udah nih periksa tahap awalnya, aku keluar lagi ke tempat nunggu awal tadi.

Eh di luar ternyata Dia udah nungguin. Terus Dia bilang kalau tempat bersihin giginya ada di lantai 2, jalan bareng deh nih kita menuju tempatnya. Jadi di lantai 2 itu tempat penanganannya, mulai dari sekedar bersihin karang gigi sampe tempat buat operasi juga. Kita masuk di salah satu kubikel yang udah ada alat ala dokter gigi gitu, lengkap dengan peralatan besi kecil-kecil dan ada wastafel buat ambil air yang nantinya dipake kumur-kumur. Sebelum mulai ditanya dulu nih keluhannya apa aja, riwayat penyakit, alergi apa, dll. Aku sempet cerita juga kalo aku ga pernah ke dokter gigi karena takut. Dia nanya kenapa aku takut dan aku gabisa kasi jawaban memuaskan. Cuma jawab “Hmm gatau kenapa”.

Langsung aja masuk ke tahap bersih-bersih. Sebelum mulai dengan baiknya dia nanya “Ga takut kan? 😊” #eeaaa. Sempet kaget sih, unyu juga ya ternyata omongan ga pentingku diinget sama Dia, sampe ditanyain gitu hehe. Mulai deh bersih-bersihnya. Ternyata ga seperti yang aku bayangin. Ga serem ya ternyata dokter gigi, yang serem tuh kalo tau kenyataan bahwa giginya berada dalam kondisi parah
Waktu bersihin gigi, Dia megang pipi aku, wajah kita berhadap-hadapan, tanpa henti Dia memastikan kalo aku udah duduk dengan nyaman dan waktu dibersihin ga ngerasa kesakitan. Susah juga kayanya ngebersihin gigi bagian atas. Megang pipi aja ternyata ga cukup guys. Dia melingkarkan tangannya di atas kepalaku untuk menyentuh pipiku yang lain…. Nyaman banget parah. Udah posisinya enak, terus diperhatiin-se-perhatian-itu ya gimana aku ga ngerasa nyaman ya. Saking nyamannya tuh sampe hamper ketiduran. Ada kali 10 kali ngerasa sakit, tapi aku Cuma bulang paling 2 atau 3 kali saking malesnya bilang kalo itu sakit. Abis gimana ya nyaman sih.
Tapi ternyata nyaman aja ga cukup coy. Aku emang bukan tipe cewe yang “dari mata turun ke hati” sih, tapi lebih ke “dari perut naik ke hati”. Yup! Kenyamanan tadi ternyata masih kalah dibandingin rasa laparku. Ga terasa lama juga nih bersihinnya. Laper woy, laper! Setelah dipersihin lanjut dilapisin gitu sih katanya. Pokoknya ada pasta mirip odol terus diolesin ke gigi pake brush electric kecil gitu, abis itu disuruh kumur, terus giginya difoto-foto…

Lanjut ntar lagi ajalah. Laper juga ternyata nulis ginian. Buat yang mau tau siapa sih si Dia yang baik hati ini, baca post selanjutnya yaa. See ya! 

XOXO.